Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts

Thursday, 4 September 2014

Rumah Keluarga Pierre Tendean di Semarang

37


Beberapa waktu lalu saat berkesempatan ke Semarang, hal terakhir yang saya sempatkan untuk datangi adalah rumah dari keluarga Pierre Tendean. Dari buku-buku yang pernah saya baca, lokasi rumah tersebut berada di Jl. Imam Bonjol. Berbekal pada penuturan Ibu Rooswidiati dalam Buku Kunang-kunang Kebenaran di Langit Malam, maka tujuan saya jelas, Jl. Imam Bonjol No. 172.





Dari informasi yang saya dapat, rumah keluarga Pierre Tendean di Semarang berbentuk bangunan lama dengan pilar tinggi khas seperti pada gedung-gedung tempo dulu, tetapi rumah tersebut sudah dijual kepada pihak lain. Jadi kemungkinan bentuk aslinya sudah berubah.

Waktu saya untuk sekedar mencari tahu gedung bernomor 172 di Jl. Imam Bonjol itu tidak lama, karena kereta yang saya gunakan untuk kembali ke Jakarta akan berangkat satu jam lagi. Awalnya berniat jalan kaki sambil menikmati jalanan kala sore hari di kota yang Pierre Tendean pernah tinggalkan jejaknya, pernah juga dihirup oksigennya, serta mungkin sedikit bangunan-bangunan yang belum berubah dari masa Pierre Tendean hidup kini menjadi saksi bisu bahwa pahlawan yang harum namanya tersebut pernah melenggang melalui hadapannya. Tapi karena waktu tidak memungkinkan, maka saya naik becak dan langsung minta diarahkan ke rumah no.172 di jalan tersebut.

Ternyata Jl. Imam Bonjol lumayan panjang, dan saya beruntung memutuskan untuk mbecak. Kondisi jalan yang ramai serta pepohonan di kiri-kanan jalan membuat perjalanan tidak membosankan. Lalu sampailah tukang becak melaksanakan tugasnya mengantar saya di tujuan. Saya urut ulang nomor-nomor rumah di jalan tersebut. Dan benar saja, saya berdiri tepat di rumah bernomor 172 di Jl. Imam Bonjol. Rumah yang alamatnya saya dapat dari buku. Tapi bentuk bangunan tersebut tampak benar-benar baru. Bahkan lebih tepat jika disebut kantor. Saya tidak bisa terlalu lama berada di depan bangunan ini karena kereta saya akan segera berangkat. saya harus kembali ke hotel karena pihak hotel sudah menghubungi saya.

Sayang sekali saya tidak bisa berlama-lama di sekitar rumah yang dulu ditempati oleh keluarga Pierre Tendean selama di Semarang, dan saya tidak bisa juga melihat keaslian dari bangunan yang pernah ditinggali oleh beliau dan keluarganya. Gedung tersebut kini menjadi Kantor Pelayanan Pastoral Keuskupan Agung Semarang.






Semua memang sudah berubah, tapi setidaknya saya bisa membayangkan seperti apa dulu beliau membuat benang layang-layang di halaman rumahnya, bagaimana acara penyambutan keluarga saat beliau pulang, bagaimana beliau menghadang pawai yang memang benar-benar tepat di depan rumahnya. Ah, saya suka, saya suka !! Dan jika ada kesempatan lagi, pasti saya akan kembali ke kota tersebut. 





Salam hangat ;)