Kali ini saya ingin me-review buku "Peristiwa 1 Oktober 1965"
Buku ini ditulis oleh Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution. Melalui sudut pandangnya sebagai korban selamat, beliau mencoba untuk menuliskan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.
Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918. Karier militernya dimulai tahun 1940, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda indonesia. Dua tahun kemudian, ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan Jepang di Surabaya. Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Nasution bersama para pemuda eks-PETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat. Lalu Mei 1946, ia dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai Panglima Divisi Siliwangi. Pada Februari 1948, ia menjadi Wakil Panglima Besar TNI (orang kedua setelah Jenderal Sudirman). Sebulan kemudian ia ditunjuk menjadi Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI. Di penghujung tahun 1949, ia diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Pada 5 Oktober 1997, bertepatan dengan hari ABRI, Nasution dianugerahi pangkat jenderal besar bintang lima. Ia tutup usia di RS Gatot Soebroto pada 6 September 2000 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
***
Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 04.00, Ibu Yohana terbangun dari tidurnya karena Jenderal Nasution mengibas-ngibaskan nyamuk. Tiba-tiba terdengar tembakan-tembakan dan keributan di luar, disusul oleh dibukanya pintu depan dengan paksa. Saat itu suasana sangat mencekam, Cakrabirawa terus menggedor pintu kamar dengan popor senjata diiringi rentetan tembakan. Pagi Itu, Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution dapat meloloskan diri dari upaya penculikan dan pembunuhan di Jl. Teuku Umar No.40, Menteng, Jakarta Pusat. Meski demikian, tragedi itu telah merenggut nyawa Ade Irma Suryani Nasution dan Lettu Czi Pierre Tendean, putri dan ajudannya.
***
Peristiwa 1 Oktober 1965-Gestok, merupakan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Peristiwa itu juga yang kemudian mengubah arah jalannya sejarah Indonesia, sekaligus menjadi titik awal beralihnya pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru. Banyak teori berkenaan dengan Gestok. Ada yang mengatakan rekayasa, atau pelakunya PKI dan Biro Khusus, Intervensi asing, atau bahkan sebenarnya masalah internal Angkatan Darat. Lalu bagaimana menurut Jenderal Nasution?
Jenderal Nasution adalah salah satu saksi, pelaku sejarah, sekaligus Menko Hankam/KASAB pada saat terjadi peristiwa 1 Oktober 1965. Karena itu, menarik untuk disimak opini dan analisis Jenderal Nasution tentang apa dan bagaimana sebenarnya tragedi itu. Melalui buku yang sangat penting ini Jenderal Nasution secara utuh memberikan kesaksian tentang peristiwa 1 Oktober 1965, peristiwa, dan bagian penutup yang mampu menafsirkan dari semua yang telah beliau saksikan, rasakan, dan ditulis dalam buku ini. Kesaksian dari Ibu Johana Sunarti Gondokusumo juga ada di buku ini, termasuk foto-foto keluarga Pahlawan Revolusi saat pelepasan jenazah 7 Pahlawan Revolusi dan pemakaman Ade Irma Suryani Nasution.
***
![]() |
Keluarga Pahlawan Revolusi di samping jenazah saat disemayamkan di
Markas Besar TNI-AD, Jl. Veteran No.5. Jakarta-Pusat
|
![]() |
Prosesi pemberangkatan jenazah dari Markas Besar TNI AD, jenazah diusung menggunakan panser berjajar berurutan sesuai tingkat kepangkatan dan kesenioran. |
![]() |
Saat jenazah sebelum dimakankan, ditempatkan berjajar di atas pusara masing-masing. |
Menurut saya buku ini cukup sederhana, penulis juga menjabarkan alasan-alasan dan fakta-fakta tentang apa yang terjadi pada hari tersebut, dimana tragedi besar tonggak perubahan bangsa ini terjadi. Saya membacanya tidak melihat dari sudut pandang politik saat itu atau politik yang terjadi di negara ini, tapi saya lebih membaca tentang sejarah, dan kehausan pengetahuan saya tentang apa yang telah terjadi pada bangsa ini.
Sekian yang bisa saya sampaikan dari buku yang menarik untuk dibaca ini. Semoga bermanfaat :)
Sekian yang bisa saya sampaikan dari buku yang menarik untuk dibaca ini. Semoga bermanfaat :)
kalo mengenang peristiwa ini (meskipun wktu itu sy belum lahir dan hanya mempelajari dri sejarah dan menonton filmnx) bawaanx suka sedih n nangis sendiri ,apalagi kenyataanya para Pahlawan Revolusi ini MALAH TEWAS DI TANGAN PENGKHIANAT BANGSA SENDIRI (meskipun belakangan muncul kontroversi ttg sejarah yg satu ini,tapi siapapun pelakunya adalah Pengecut!!) ,,dan....parahnya lagi..,,Pierre Tendean juga tetap di bunuh meskipun mereka sudah tau kalo beliau sebenarnya bukan target,,hiks....T__T #semuadoaygterbaikbuatarwahparaPahlawandanPahlawanRevolusi#PANCASILANKRIHARGAMATI
ReplyDeletekalo boleh nanya itu buku nya tebal/tipis?
ReplyDeletetidak terlalu tebal .. tapi juga tidak terlalu tipis . :D
Delete